Belajar dari Langit

Source: azuresyam.blogspot.com

Source: azuresyam.blogspot.com

Angin berhembus. Langit semakin mendung. Hujan menghampiri. Bukankah kali ini waktunya kemarau datang? Namun tak lama air jatuh dari langit. Kadang engkau dinanti oleh sebagian orang yang menggantungkan diri pada teriknya matahari. Sabar. Hanya itu yang bisa mereka rasa padamu yang silih berganti.

Daun basah di pagi hari. Namun itu bukan embun, sayang. Derasnya hujan semalam membalur seluruh permukaan tanaman di halaman depan. Menyisakan tetes air yang turun lambat laun. Seolah itu mengembun. Hal yang menyenangkan bukan? Menghirup sejuknya pagi dari tangisan langit yang runtuh semalam.

Langit kuat seperti di saat kemarau. Namun ia pun yang menurunkan air bernama hujan. Ia bisa bersama sinar matahari dan teriknya. Namun kala itu bila petir bergemuruh, seolah kita menganggap bahwa langit angkuh.

Kau tahu, sayang? Kadang kita melihat, tak apa bila saat ini engkau bersedih. Namun belajarlah dari langit, ia mampu bersanding dengan teriknya matahari, menjatuhkan derasnya air hujan, namun tak lama, ia menghiasi dirinya sendiri dengan pelangi…

Being A Job Hunter – Part II

Up and Down Stairs to Success

Up and Down Stairs to Success. Source: http://dotilife.com

Cerita sebelumnya —-> Being A Job Hunter – Part I

Akhirnya penantian yang saya tunggu-tunggu datang juga. Hari itu juga saya langsung mencetak kartu peserta saya. Antara lega karena kartu tes sudah di tangan dan was-was karena besok harus mengikuti tes di luar kota. Belajar dari pengalaman tes tertulis sebelumnya, saya terus mencari tahu tentang perusahaan tersebut dari latar belakang perusahaan hingga rekrutmen perusahaan yang pernah dilakukan. Menurut info yang saya dapat, tes akan dilakukan secara marathon dari psikotes (yang diadakan oleh salah satu lembaga konsultan psikologi ternama di Jakarta) hingga tes bahasa inggris TOEIC.

Sedikit tips sebelum mengikuti seleksi tertulis suatu perusahaan. Yang pertama, cari tahu proses atau tahapan dari rekrutmen perusahaan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak kaget tentang apa saja yang nantinya akan diujikan pada kita. Biasanya di internet ada yang membahas tentang tahapan rekrutmen pada suatu perusahaan di tahun –tahun sebelumnya dan kebanyakan tidak jauh berbeda. Yang membedakan kemungkinan adalah lembaga psikologi yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut, beda lembaga beda pula tipe-tipe soal psikotesnya. Yang kedua, tidak usah belajar tentang psikotes. Karena menurut saya, psikotes dilakukan untuk mengenali diri kita secara alami dan mengetahui kemampuan kita yang asli, sejauh mana kita dapat menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga pihak rekruiter dapat menilai kita seperti apa dan cocok atau tidak untuk bekerja di perusahaannya. Yang ketiga, perluas wawasan di segala aspek. Misal mungkin kita memiliki background IT, tapi tidak menutup kemungkinan nanti di tes tertulis terdapat tes pengetahuan umum. Pihak rekruiter ingin mengeksplor kita lebih dalam dan luas lagi, mungkin di bidang yang lain seperti ekonomi, sosial, ataupun tentang kabar atau topik yang sedang hangat diperbincangkan. Yang keempat, siapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan untuk tes tertulis misalnya fotokopi KTP, pensil 2B, dan lain-lain. Karena kurang sedikit saja atau ada barang yang tertinggal disadari atau tidak akan mempengaruhi kepercayaan diri dan mengganggu konsentrasi. Lebih baik kita membawa perlengkapan dengan lengkap, rapi, dan tertata sehingga kita dengan mantap siap untuk mengikuti tes tertulis. Yang kelima, apabila tes tertulis diadakan pada pagi hari, ada baiknya sarapan terlebih dahulu. Bila tes tertulis diadakan siang hari, dianjurkan untuk makan siang terlebih dahulu. Karena biasanya tes tertulis dilakukan tidak dalam jangka waktu yang sebentar dan menurut saya sangat menguras pikiran dan tenaga. Kita harus berpikir, mengerjakan soal, dan berkonsentrasi penuh. Bila kita lapar, pasti konsentrasi kita bisa menurun dan terganggu. Yang keenam, sangat tidak dianjurkan untuk datang dengan waktu yang kritis/mepet apalagi terlambat. Waktu yang kritis/mepet di sini maksudnya, apabila tes dilakukan pukul 08.00 usahakan jangan datang pukul 07.59 tapi setidaknya paling lambat datang 20 atau 30 menit lebih awal. Secara tidak langsung, pihak HRD ataupun psikologi akan menilai kedisiplinan kita mulai dari kedatangan, kerapihan, dan lain-lain. Siapa yang tahu?. Selain itu, ada beberapa perusahaan yang biasanya memberikan instruksi atau pemberitahuan mengenai info-info penting sebelum jam tes dimulai. Hal ini penting mengingat kalau kita datang terlambat, kita bisa bisa ketinggalan info dan harus tanya-tanya lagi ke teman-teman sesama pencari kerja atau ke pihak HRD. Yang ketujuh, bila tes tertulis dilakukan di luar kota, sebelum melaksanakan tes tertulis, ada baiknya menanyakan pengumuman hasil tes tertulis tersebut, apakah akan langsung diumumkan hari ini, atau esok hari, atau diminta menunggu saja (1 atau 2 minggu atau waktu yang tidak ditentukan), hal ini cukup penting sebagai pertimbangan atau estimasi apakah baiknya kita menginap atau langsung pulang (bila jarak antar kota asal dengan lokasi tes tidak terlalu jauh, misal Semarang – Yogyakarta, Bandung – Jakarta, dsb). Karena dalam beberapa rekrutmen yang telah saya ikuti, ada rekrutmen yang menganjurkan para peserta untuk menginap/bermalam karena pengumuman akan diumumkan pada malam harinya dan apabila lolos, tes tahap selanjutnya diadakan esok pagi harinya.

Hari H pun tiba. Saya mendapat bagian tes pukul 08.00 pagi. Jam 03.00 pagi saya sudah tancap gas menuju Yogyakarta ditemani oleh kakak dan ayah saya. Setelah solat subuh di perjalanan, kami melanjutkan perjalanan kami hingga sampai di lokasi tes pukul 06.00 pagi dan disambut oleh hujan yang cukup deras. Sekitar pukul 06.30 sudah mulai ada peserta yang berdatangan. Setelah melakukan beberapa pendekatan personal secara instan dengan beberapa peserta di sana, banyak diantara mereka yang telah menempuh jenjang S2, ada yang sudah berpengalaman kerja, ada juga yang masih fresh graduate seperti saya. Ternyata ada hari itu dibagi menjadi 2 gelombang tes. Gelombang pagi dan gelombang siang. Saya termasuk pada gelombang pagi dimana masing-masing gelombang banyaknya peserta yang tertera di kertas daftar hadir adalah sebanyak 100 orang dari berbagai posisi pekerjaan, tidak hanya system analyst, ada juga QA, CA, Engineering, dll. Tes dimulai pukul 08.00 dan selesai pada pukul 12.00.

Pada akhir psikotest, pihak HRD Pertalub memberitahukanbahwa pengumuman kelolosan seleksi psikotest ini akan memakan waktu cukup lama mengingat tes tidak hanya dilakukan di Yogyakarta saja namun ada beberapa juga di kota lain seperti Jakarta, Surabaya, Palembang, dan lain-lain. Sehingga kami para peserta diminta untuk sabar menunggu. (Dan hingga bulan Juni 2015, saya belum mendapatkan kabar mengenai seleksi ini, maka saya menganggap kalau saya tidak lolos rekrutmen pertalub ini) Sedihhhhh memang, karena kalau saya flashback tentang perjuangan saya dan keinginan serta minat saya yang besar terhadap perusahaan ini ternyata belum tersampaikan.

Sewaktu rekrutmen PT. Pertamina Lubricants, saya mendapat e-mail pemberitahuan juga pada tanggal 5 Februari, bahwa saya lolos seleksi berkas dan berhak untuk mengikuti seleksi online dari AirNav Indonesia. Airnav Indonesia merupakan perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, badan usaha milik negara yang menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia. Pada saat perjalanan pulang dari Yogyakarta, saya menyempatkan diri untuk mengikuti test online dari Airnav, namun yang terjadi, website tidak dapat diakses. Sepertinya servernya down. Setelah searching, dan menemukan forum diskusi di internet mengenai rekrutmen perusahaan ini, ternyata bukan saya saja yang mengalami hal ini, namun teman-teman saya yang mengikuti tes online juga mengalami hal yang serupa. Satu jam saya mencoba untuk mengakses website seleksinya namun tidak bisa, akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan tes tersebut. (Dan ternyata, setelah beberapa bulan rekrutmen ini dilakukan, ada kakak angkatan sejurusan saya waktu kuliah yang lolos seleksi karyawan di perusahaan ini. Wah hebat. Turut bangga! Selamat untuk Kakak senior saya.)

Pada bulan yang sama, saya juga mengikuti rekrutmen PT. Aisin Indonesia, posisi IT Staff, bertempat di dekanat kampus saya. PT. Aisin Indonesia merupakan salah satu perusahaan astra group, bergerak dibidang pembuatan spare part otomotif. Setelah lolos psikotest, saya dinyatakan lolos untuk mengikuti interview bertempat di Yogyakarta tepatnya di Wisma Kagama. Ternyata bukan hanya saya saja yang lolos namun ada juga 2 orang teman saya. Karena kami mendapatkan jadwal tes pada pukul 14.00, maka kami memutuskan untuk pergi ke Yogyakarta menggunakan bus pagi harinya sekitar pukul 08.00. Jujur waktu itu adalah kali pertama saya menggunakan bus ke Yogyakarta bersama teman-teman saya. Setelah sampai di Terminal, saya berniat untuk menggunakan taksi ke lokasi tes. Namun kata teman saya, taksi yang ada di terminal itu kebanyakan menggunakan tarif borongan, lalu teman saya menyarankan agar menggunakan trans-Jogja saja. Kata dia, dia pernah menggunakan trans-Jogja dan mengerti tentang rute trans-Jogja tersebut. Setelah kami naik trans-Jogja, kami sama sekali tidak turun untuk transit ke shelter trans. Saya tenang saja karena menurut saya, teman saya sudah pernah menggunakan trans ini sebelumnya jadi aman-aman saja kalau saya mengikutinya. Ternyata, shelter yang akan kita turuni, terlewat. Alhasil kami melewatkan satu shelter dan turun di shelter selanjutnya setelah tanya-tanya penumpang lain dan penjaga bus trans. Terpaksa kami harus jalan kaki dari shelter ke lokasi tes yang menurut saya lumayan jauh dan menguras tenaga karena pada waktu itu siang hari dan matahari cukup terik.

Setelah sampai di lokasi tes, kami solat dzuhur dan menunggu waktu interview mulai. Tadinya mau makan siang, tapi karena takut terlambat, maka kami menundanya dan memutuskan untuk makan setelah interview saja. Sekitar pukul 15.00 interview selesai. Pihak HRD memberitahukan bahwa pengumuman lolos atau tidak akan diumumkan malam harinya dan tes selanjutnya akan dilaksanakan esok harinya. Selesai interview, saya bersama 1 teman saya makan siang ke salah satu tempat makan fast food. Karena menurut kami tempatnya jauh (liat gmaps) maka kami memutuskan untuk naik becak. Hmmm, ternyata tempatnya dekat. Jalan kaki aja bisa sebenarnya. Setelah makan, kami mendapat SMS dari salah satu teman kami bahwa dia juga sedang berada di Yogyakarta mengikuti tes yang sama. Karena teman kami itu menggunakan mobil pribadi, diajaklah kami untuk pulang ke Semarang menggunakan mobilnya. Alhamdulillah, baik sekali hatinya..

Sekitar pukul 22.00 kami sampai di rumah masing-masing dengan selamat. Namun pada pukul tersebut SMS pemberitahuan lolos atau tidaknya interview belum ada. Hingga pada sekitar pukul 12 malam, ada SMS masuk dan meminta untuk mengecek e-mail masing-masing. Ternyata saya dinyatakan tidak lolos untuk tahap selanjutnya. Bila saya lolos, saya diharuskan untuk pergi ke Yogyakarta lagi pada pagi harinya untuk interview dengan HRD. Tapi karena saya tidak lolos, akhirnya saya bisa melanjutkan tidur lagi dengan hati yang (sebenernya tidak) lega. Lagi lagi ada perasaan sedikit kecewa. Namun salah satu teman saya yang mengantarkan saya pulang ke Semarang tersebut ternyata lolos untuk mengikuti tahap interview, dan saya percaya hal itu salah satunya karena kebaikan dia mengantarkan kami pulang, kebaikan membawa berkah🙂

Maret 2015

Bulan Maret diawali dengan lolosnya seleksi berkas saya di PT. Bank MandirI (Persero) posisi ODP. Seleksi dilaksanakan di Semarang tepatnya di Mandiri University, Semarang. Rekrutmen diawali dari interview awal dengan menggunakan bahasa inggris. Bila kita akan menghadapi interview awal, biasanya hal-hal yang ditanyakan adalah seputar diri kita pribadi, pengalaman kerja, organisasi, keseharian sewaktu kuliah, motivasi atau ketertarikan terhadap perusahaan yang dilamar dan posisi yang dilamar, dan sebagainya. Untuk persiapan, bila interview menggunakan bahasa inggris dan kita hanya memiliki kemampuan bahasa inggris yang terbatas, ada baiknya kita membuat poin-poin yang akan kita sampaikan ke interviewer. Agar nanti kita tidak terlihat kaku dan terbata-bata saat berbicara, ada baiknya juga kita latihan berbicara di depan cermin, menceritakan tentang diri kita sendiri menggunakan bahasa inggris.

Setelah dinyatakan lolos interview awal, saya berhak untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu TOEFL test satu minggu kemudian. Dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya apabila skor TOEFL minimal 450 dan apabila hasil skor lebih dari 500 maka masuk ke kategori ODP nasional, bila dibawah 500 masuk ke kategori ODP regional. Tes TOEFL tersebut menggunakan jasa tes bahasa inggris di salah satu universitas swasta terbaik di kota Semarang. Setelah menunggu 1 minggu, saya dinyatakan lolos tahap TOEFL test, saya mengikuti tahap aptitude test. Aptitude test berbeda dengan psikotest. Aptitude test bank mandiri yang saya ikuti menggunakan salah satu lembaga konsultan Jakarta. Nah pada tahap ini, saya menunggu hasil pengumuman tahap selanjutnya agak lama. Akhirnya pada awal bulan April saya mendapatkan SMS dari Bank Mandiri untuk menunggu pengumuman pada akhir bulan April. Dan ternyata hingga bulan Mei saya tak kunjung diberi kabar mengenai hasil tes saya dan akhirnya saya menganggap bahwa saya tidak lolos pada tahap ini. Penantianpengumuman selama 2 bulan yang tak kunjung membuahkan hasil. Sedih lagi untuk yang kesekian kalinya, tapi bukan berarti saya harus menyerah di sini saja.

Pada bulan yang sama, sekitar pertengahan bulan Maret, saya mengikuti rekrutmen PT. Astra International, posisi Astra International Fresh Graduate Development Program, sejenis Management Trainee (MT). Tahap pertama adalah tahap psikotes bertempat di Wisma Kagama UGM. Saya menggunakan travel untuk pergi ke Yogyakarta pada pukul 9 pagi bersama seorang teman yang juga mengikuti tes yang sama, saya mendapat bagian tes pukul 14.00. Setelah mengerjakan test, pihak Astra akan mengumumkan hasil tesnya pada malam harinya, dan akan melanjutkan tahapan tes selanjutnya esok hari. Waktu itu pukul 18.00, saya memutuskan untuk pulang ke Semarang pada malam harinya menggunakan travel lagi pada pukul 19.00. Sampai di rumah sekitar pukul 10 malam, namun belum ada pemberitahuan dari pihak Astra apakah saya lolos seleksi atau tidak hingga saya ketiduran karena kelelahan.

Ketika bangun tidur (waktu itu jam menunjukkan pukul 04.00) saya membuka SMS bahwa saya lolos untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu Focus Group Discussion (FGD). Saya sempat kaget karena bila saya lolos, berarti saya harus menuju ke Yogyakarta pagi itu juga. Namun setelah saya lihat isi SMS nya kembali, ternyata saya mendapat bagian tes lusa, bukan hari itu juga. Lega rasanya…

Lusanya, saya bertolak menuju tempat tes FGD di Showroom daihatsu di Yogyakarta. Saya mendapat bagian tes FGD pukul 10.00 namun saya memutuskan untuk berangkat menggunakan travel pada pukul 04.30 karena saya pikir saya harus mencari lokasi tempat tes terlebih dahulu, dan lebih baik datang kepagian daripada terlambat. Ternyata lokasi tempat tes mudah ditemukan dan waktu menunjukkan pukul 08.00 saya sudah berada di lokasi tes. Waktu itu saya adalah orang pertama yang datang. Beberapa menit kemudian barulah ada beberapa orang peserta yang datang. Setelah dari pihak Astra datang, FGD batch I dipersilakan masuk (pukul 09.00), untuk FGD pukul 10.00 adalah FGD batch III. Alhasil saya harus menunggu 2 batch lagi.

Saya menunggu dan sempat berkenalan dengan beberapa peserta, ada yang berasal dari Yogyakarta, Semarang, Solo dan berbagai universitas negeri maupun swasta. Ada juga yang berasal dari almamater yang sama dengan saya namun dia angkatan 2011 dan masih mengejar skripsinya. Well, setelah saya menunggu kurang lebih 2 jam, akhirnya tibalah bagian saya untuk memasuki ruangan. Kali itu adalah kali pertama saya mengikuti FGD pada rekrutmen kerja. Satu batch FGD itu terdiri dari 7-8 orang. Diberikan suatu kasus, kemudian kita diberi waktu untuk mempelajarinya, kemudian mendiskusikannya bersama kelompok, kemudian akan ditanya hasil dari diskusi tersebut. Selain itu akan ditanya pula pendapatnya masing-masing orang, serta akan diberi komentar oleh panelis (pihak Astra) yang ada di sana. Apabila memungkinkan untuk ditanggapi maka debat kecil akan terjadi. Sewaktu saya ditanya tentang pernyataan saya, saya ditanggapi dan diberikan komentar oleh panelis dari pihak Astra, namun saya tidak bisa membalikkan pernyataan dari panelis malah saya mengiyakan atau menyutujui pernyataan dari dia, dan dari situ saya agak kecewa karena saya tidak bisa mempertahankan jawaban saya dengan alasan yang baik.

Pada saat FGD, ada 1 orang dari peserta FGD yang menurut saya dia orangnya aktif dan cerdas, karena dari awal sebelum memasuki ruangan saya juga sempat mengobrol dengannya dan menurut saya dia memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup luas, cakap dalam berbicara, dan berpengalaman dalam banyak kegiatan waktu perkuliahan. FYI, dia berkuliah di salah satu universitas negeri ternama di Yogyakarta jurusan Hubungan Internasional. Dan pada saat FGD, dia dapat mengemukakan pendapatnya secara apik dan tertata menurut saya dan pertanyaan serta sanggahan dari panelis dapat dijawab secara baik, lancar dan tenang olehnya.

Setelah FGD selesai, saya memutuskan untuk langsung pulang ke Semarang menggunakan bus karena pengumuman kelolosannya sekitar 2 minggu lagi. Sebenarnya untuk pergi ke terminal Jombor dari tempat tes FGD tidak terlalu jauh. Namun iseng-iseng saya meminta tolong salah satu peserta FGD yang orangnya aktif dan cerdas yang saya ceritakan tadi, untuk mengantarkan saya ke terminal. Dengan tanpa basa-basi dia langsung mengiyakan dan langsung meminjamkan helm dari satpam di sana untuk saya. Setelah sampai di terminal, dia kembali lagi ke tempat tes untuk mengembalikan helm si satpam tadi. Wahh beruntung ada teman peserta yang baik hati mau membantu saya mengantarkan saya ke terminal, semoga dia beruntung….. Dan setelah 1 bulan (bukan 2 minggu ternyata, hmm) berlalu, pengumuman yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Saya mendapatkan e-mail dari pihak HRD Astra namun keberuntungan bukan ada dipihak saya. Benar saja, keberuntungan ada dipihak teman saya yang mengantarkan saya ke terminal itu. Di batch FGD saya, hanya dia yang lolos dan berhak untuk ke tahapan selanjutnya, yaitu interview HRD. Sempat sedihhhhhh, namun lagi – lagi, terbesit dipikiran saya bahwa mungkin itulah timbal balik yang Tuhan berikan untuknya karena dia sudah menolong saya waktu itu (pembelaan, hee hee :D).

April 2015

Pada bulan April, saya kembali mengikuti rekrutmen PT. PTI untuk yang kedua kalinya namun dengan posisi yang berbeda. Kali ini adalah posisi PT. PTI Leadership Development Program (PLDP) yang bertempat di SMK N 7 Semarang. Teknis tes tertulisnya kurang lebih sama dengan tes PT. PTI yang dulu pernah saya ikuti, mereka mengadakan presentasi mengenai pengenalan perusahaan, kultur perusahaan, dan sebagainya. Kemudian barulah psikotes pertama dimulai. Bila psikotes pertama lolos, akan ada psikotes tahap 2. Setelah menunggu 2 minggu, tidak ada kabar yang menyatakan saya lolos, maka saya anggap saya tidak lolos tahap psikotes pertama😦

Pada pertengahan bulan April, PT. Bank BRI (Persero) membuka kesempatan berkarir melalui website-nya. Saya mencoba mendaftar posisi PPS Audit IT (regional). Selain itu, saya juga mendaftar ke PT. Dirgantara Indonesia (Persero) melalui website-nya.

To be continued…

Being A Job Hunter – Part I

Kali ini saya akan sharing pengalaman saya saat menjadi seorang pejuang pencari kerja atau job seeker. Biasanya, setelah lulus kuliah, hal pertama yang akan dilakukan oleh sebagian besar fresh graduate adalah mencari kerja. Ada beberapa orang yang beruntung bisa mendapat pekerjaan sebelum mereka diwisuda. Namun ada pula beberapa orang yang mencari kerja setelah semua urusan perkuliahan termasuk urusan wisuda selesai. Saya termasuk beberapa orang yang mencari peruntungan mencari pekerjaan sebelum lulus atau diwisuda. Walaupun pada kenyataannya, peruntungan tersebut belum datang menghampiri hingga saya diwisuda.

Perjalanan saya mencari pekerjaan pertama saya terbilang sangaaaaat panjang dan penuh perjuangan. Kenapa? Karena memang saya melalui masa-masa tersebut dengan tidak instan. Lulus tanggal 28 November 2014, wisuda tanggal 27 Januari 2015. Sedangkan memulai untuk mencoba peruntungan mencari pekerjaan pada bulan April 2014. Asam garam kehidupan seorang jobseeker mungkin pernah saya rasakan dan tak akan pernah terlupakan.

Secara umum, proses rekrutmen pada perusahaan terdiri dari beberapa tahap dengan urutan yang berbeda-beda, tergantung dari perusahaan tersebut. Tahapan rekrutmen yang pernah saya ikuti adalah sebagai berikut:

1. Screening CV

Pada bagian ini, kelengkapan berkas kita akan diperiksa. Dimulai dari berkas-berkas persyaratan yang diminta seperti CV, surat lamaran, foto, ktp, ijazah, transkrip, hingga kualifikasi kita memenuhi atau tidak. Misalnya seperti jurusan, IPK, pengalaman organisasi, pengalaman kerja (untuk yang experience), tahun kelulusan, hingga akreditasi universitas.

2. Tes Psikologi atau Psychotest

Setelah kita lolos pada tahap screening CV, pada sebagian perusahaan terdapat tes tertulis yaitu psychotest. Sesuai namanya, tes ini merupakan tes untuk mengetahui kepribadian kita. Untuk tes psikologi, terdapat banyak sekali macamnya seperti ini.

3. Tes Kemampuan Teknis atau Skill Test

Tes kemampuan teknis atau Skill Test adalah tes untuk mengetahui sejauh mana kita menguasai teknis yang ada pada posisi yang sedang kita lamar. Misalnya apabila saya melamar di bidang IT, maka soal tes kemampuan ini berkisar seputar IT. Bila saya melamar di bagian perbankan, soal tes adalah seputar perbankan, dan lain-lain.

4. Focus Group Discussion (FGD) & Leaderless Group Discussion (LGD)

Untuk penjelasan mengenai FGD dan LGD dapat dilihat di sini. Pada FGD dan LGD biasanya terdiri dari beberapa orang dalam 1 kelompok. Biasanya perusahaan sudah mempunyai suatu topik untuk dibahas pada FGD atau LGD. Topiknya bermacam-macam. Bisa berhubungan dengan posisi  atau perusahaann yang sedang kita lamar, bisa juga tidak.

5. Interview Psikolog/HRD

Interview psikolog dan HRD pada dasarnya tidak jauh berbeda, biasanya menggali tentang personality kita pribadi. Pertanyaan yang diajukan biasanya seputar pengalaman organisasi/kerja, tentang kelebihan/kekurangan kita, atau bisa juga mengenai ketertarikan kita pada bidang atau perusahaan yang sedang kita lamar.

6. Interview Manager/User/Direksi

Pada interview ini biasanya membahas masalah yang lebih teknis dan mengerucut ke minat atau bidang kita. Interviewer akan menganalisa apakah kita cocok berada pada divisi yang sedang kita lamar. Misalnya apabila kita berada pada bidang IT, maka pertanyaan yang akan diajukan seputar bidang IT. Terkadang apabila mungkin kita kurang tepat berada pada divisi tertentu namun memenuhi kriteria pada divisi lain, bisa saja kita memiliki kesempatan untuk berada di divisi lain di perusahaan tersebut.

7. Medical Check Up

Untuk tes kesehatan, biasanya perusahaan telah menjalin kerjasama dengan klinik atau laboratorium tertentu dan kita diminta untuk melsayakan tes kesehatan di sana.

8. Sign Contract

Tahap terakhir yang kita tunggu-tunggu adalah tahapan untuk tanda tangan kontrak, artinya kita telah lolos seluruh tahap rekrutmen dari perusahaan.

Lika-liku pencarian pekerjaan saya mulai dengan mengikuti berbagai jobfair, career expo, atau bursa kerja. Di kota Semarang, sering kali diadakan event tersebut. Lokasi dan penyelenggaranya pun beragam. Mulai dari universitas, Event Organizer, hingga dinas ketenagakerjaan telah saya jajal semua. Tidak hanya di kota Semarang, saya pun sering mengunjungi Kota Yogyakarta untuk mengadu nasib menjadi jobseeker di sana. Dan dari sini petualangan saya dimulai.

April 2014

Bulan April 2014 merupakan pengalaman pertama saya mengikuti rekrutmen karyawan. Rekrutmen karyawan perusahaan pertama yang saya jajal adalah PT. Paragon Technology and Innovation (PT.PTI). PT. PTI atau yang lebih dikenal dengan produknya salah satunya adalah wardah cosmetic mengadakan recruitment test pada 17 April 2014 bertempat di Teknik Elektro UNDIP. Saya melamar untuk posisi Business Analyst. Karena masih pertama kali mengikuti proses rekrutmen, saya sangat antusias. Setelah lolos tahap screening CV, dilanjutkan dengan tes psikologi. Pertama PT.PTI mengadakan presentasi yang berkaitan dengan perusahaannya baru kemudian tes dimulai. Berbagai macam tipe psikotes ada pada tahap ini. Salah satunya adalah tes pauli kraepelin  yang cukup meguras tenaga dan otak. Namun sangat disayangkan pengalaman seleksi pertama saya ini tidak berlanjut pada tahap selanjutnya alias saya tidak lolos pada tahap psikotes ini. Agak sedih memang, tapi tidak masalah, hitung-hitung untuk pengalaman. Lagipula saya juga belum menyelesaikan skripsi saya pada waktu itu jadi menurut saya tidak perlu ada penyesalan yang berlarut-larut.

Agustus 2014

Pada bulan Mei hingga Juli 2014 saya memutuskan untuk fokus pada Tugas Akhir saya dan pada akhirnya saya kembali untuk menjajal peruntungan saya kembali pada bulan ini. Rekrutmen selanjutnya yang pernah saya lewati adalah rekrutmen PT. Bina Pertiwi (PT. BP).  Seleksi psikotest diadakan pada tanggal 28 Agustus 2014 bertempat di Teknik Mesin UNDIP. FYI, PT. Bina Pertiwi adalah salah satu anak perusahaan dari PT. United Tractors (Tbk), salah satu grup perusahaan Astra International. Posisi yang saya lamar pada waktu itu kalau tidak salah adalah Business Consultant. Namun, lagi-lagi langkah saya terhenti hanya pada tahap psikotest saja. Hmm, mungkin ini pertanda bahwa saya harus benar-benar menyelesaikan kewajiban utama saya dulu yaitu Tugas Akhir.

November 2014

Bulan Oktober berlalu, Tugas Akhir saya sudah rampung. Bulan November adalah bulan saya untuk melakukan sidang Tugas Akhir. Namun Dikarenakan pada bulan Oktober akhir saya mengunjungi job fair yang diadakan oleh UNDIP yang dibantu oleh suatu Event Organizer, alhasil saya pun menjajal untuk melamar ke salah satu perusahaan yaitu PT. Astra Graphia Information Technology (PT. AGIT) posisi Management Trainee – IT. PT. AGIT merupakan salah satu anak perusahaan Astra International. Seusai namanya, PT. AGIT bergerak dibidang Information Technology.
Seleksi diadakan pada tanggal 11 November 2014 di FE Undip Peleburan. Untuk tahap psikotes dilaksanakan menjadi 2 tahap, apabila pada tahap psikotes pertama kita lolos maka dilanjutkan ke psikotes tahap kedua. Alhamdulillah saya lolos hingga tahap kedua psikotes, lalu dilanjutkan tahap interview oleh psikolog pada hari selanjutnya yaitu tanggal 12 November 2014 di tempat yang sama. Pada tahap interview psikolog, psikolog menanyakan tentang kegiatan keseharian saya berkuliah, pengalaman organisasi, dan juga kepribadian kita. Pada saat itu saya belum lulus kuliah, psikolog menanyakan juga tentang tugas akhir yang sedang saya kerjakan. Setelah sesi interview selesai, saya diminta untuk menunggu selambat-lambatnya 2 minggu. Apabila tidak ada kabar hingga 2 minggu, berarti saya tidak lolos tahap interview psikolog.
Setelah kurang lebih 1 minggu saya dihubungi pihak HRD PT. AGIT melalui telepon. Saya telah lolos sesi interview psikolog dan diminta untuk mengikuti interview user di Jakarta. Namun karena hari itu mendekati hari sidang tugas akhir, akhirnya saya tidak bisa menyanggupinya. Tepat H+3 setelah saya lulus dari sidang tugas akhir, pihak HRD PT. AGIT menghubungi saya kembali untuk mengikuti interview user di Jakarta. Namun setelah saya melakukan diskusi dengan orang tua serta terdapat beberapa pertimbangan beberapa urusan perkuliahan hingga kelulusan yang belum selesai , akhirnya saya mengikuti hati nurani saya untuk tidak memenuhi panggilan rekrutmen ini. HRD PT. AGIT pun memakluminya daaan akhirnya saya tidak melanjutkan proses rekrutmen hingga tahap interview user.

Desember 2014

Setelah saya dinyatakan lulus bersyarat karena telah lulus sidang Tugas Akhir namun belum diwisuda, dengan bermodalkan Surat Keterangan Lulus (SKL) saya terus melanjutkan perjuangan saya sebagai jobseeker. Panggilan kerja selanjutnya adalah dari perusahaan BBI Group (Apparel One Indonesia) posisi Management Trainee. Apparel One Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang perusahaan atau pabrik tekstil bertempat di kawasan industri Semarang. Ada juga panggilan dari Bank Mega Syariah posisi Officer Development Program yang berlokasi tes di Yogyakarta. Namun sayangnya, panggilan dari kedua perusahaan tersebut bertepatan dengan posisi saya yang sedang berada di Jakarta karena ada urusan keluarga. Jadi dengan berat hati saya tidak dapat mengikuti tes tersebut.

Rekrutmen selanjutnya yang saya ikuti adalah PT. Pertamina Lubricants (Pertalub), posisi System Analyst. PT. Pertamina Lubricants adalah anak perusahaan dari PT. Pertamina (Persero). Ada pengalaman yang cukup seru dari rekrutmen Pertalub ini. Saya mengetahui informasi mengenai lowongan kerja Pertalub ini melalui cdcindonesia.com. Informasi di-posting pada tanggal 22 Desember 2014. Pengiriman berkas lamaran melalui pos paling lambat tanggal 31 Desember cap pos. Persyaratan berkas lamaran dapat dilihat di sini. Salah satunya adalah surat keterangan bebas narkoba dan fotokopi akte kelahiran yang telah dilegalisir.
Pada waktu itu saya belum mempunyai surat keterangan bebas narkoba (SKBN). Karena tempat pembuatannya berdekatan dengan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) maka saya putuskan untuk membuatnya pada waktu bersamaan. Namun ternyata untuk mengurus SKCK harus melalui beberapa tahap seperti ini. Agak ribet memang, tapi tetap saya harus mengurusnya agar mendapatkan surat tersebut. Dari pagi pukul 08.00 saya sudah menuju ke Kelurahan, Kecamatan, Polsek, dan Polrestabes setempat untuk mengurus SKCK dan SKBN. Hingga pada siang hari selepas Dzuhur, barulah SKCK dan SKBN jadi. Setelah itu saya berencana untuk menuju dispendukcapil. Untuk melegalisir akte kelahiran harus melalui dispendukcapil setempat sedangkan lokasinya lumayan jauh dari tempat pembuatan SKCK (polrestabes). Sempat ingin mengurungkan niat untuk melamar pada perusahaan ini, karena pada saat itu adalah tanggal 29 Desember 2014, sangat mepet dengan deadline pengumpulan berkas yaitu tanggal 31 Desember 2014. Namun karena penasaran dan merasa tanggung, akhirnya saya bertekad untuk melanjutkan perjalanan ke dispendukcapil. Padahal hari itu hujan sangat deras dan saya tidak membawa jas hujan. Saya memutuskan untuk mampir ke salah satu minimarket untuk membeli jas hujan plastik ala-ala yang tipis, setidaknya saya terlindung dari basahnya air hujan.
Setelah bermodalkan gmaps dan tanya-tanya orang sekitar, akhirnya sampailah saya di dispendukcapil setempat. Waktu saya ambil nomor antrian, saya melihat loket sudah agak sepi dan tidak ada antrian. Saya nekat langsung duduk di depan loket dan mengatakan pada bapak yang berada pada loket, kurang lebih seperti ini percakapannya,

“Pak, saya mau legalisir akte kelahiran, gimana ya?”
“Wah, udah tutup, Mbak. Udah jam 2,” (sambil beres-beres meja loket).
(melihat jam di handphone, jam menunjukkan pukul 13.59 WIB) “Wah, Pak sebentar aja kok, Pak. Ini saya dari jauh, Pak. Cuma legalisir ini aja kok, Pak,” (wajah memelas, sudah lepek, kusut, basah, sambil mengeluarkan berkas fotokopian akte kelahiran).
“Yo bukan gitu, kan nanti kalo yang nanda tangannya udah ngga ada ki lho, Mbak. Yaudah, sebentar,” (sambil ngomong ke pegawai lainnya, lalu pegawai lainnya itu menanggapi: “Iki terakhir lho, Pak!”. Menunggu sebentar) “Yaudah, Mbak. Mana fotokopian akte sama fotokopian KK-nya. Ini jam 2 harusnya udah tutup lho, Mbak. Ini diisi,” (sambil mengeluarkan semacam form untuk diisi).
“Hee hee.. Iya, Pak. Saya nggak tahu, Pak. Ini, Pak..,” (sambil mengeluarkan fotokopi KK, dan ternyata saya tidak membawa ballpoint!). “Maaf, Pak, ada ballpoint, nggak? Heehe,” (mengisi form). “Ini, Pak, sudah,”
“Ya, tunggu sebentar, Mbak,” (sambil masuk ke dalam ruangan. Dan taraaa, beliau kembali dengan fotokopian akte ku yang telah di legalisir).
“Wah makasih banyak yaaaa, Pak.. Permisi, Pak,” (muka sumringah, terharu, senang).

Setelah SKCK, SKBN, dan legalisir akte beres, saya langsung tancap gas untuk pulang ke rumah dengan keadaan baju yang lumayan basah. Setelah sampai rumah, waktu menunjukkan sekitar pukul 15.00, niatnya ingin beristirahat dari kelelahan hari itu, namun handphone saya berdering. Seorang teman menelpon saya, memberitahu bahwa berkas surat pengantar SKL saya sudah diparaf oleh Bapak Dosen dan SKL siap untuk dimintakan paraf ke Bapak Kajur. Dia menyuruh saya untuk ke kampus waktu itu juga mumpung Bapak Kajur ada di kampus, katanya. Karena minta paraf di SKL tidak bisa diwakilkan, maka saya memutuskan untuk tancap gas lagi ke kampus. Ini semua demi deadline 31 Agustus dari Pertalub. Setelah sampai kampus dan mendapat paraf Bapak Kajur, SKL kemudian dikumpulkan di Dekanat dan ternyata SKL harus ditinggalkan diloker dan baru bisa diambil besok hari karena waktu itu sudah pukul 16.00, which is Bapak PD I pasti sudah tidak bisa dimintai lagi tanda tangan karena sudah terlalu sore. Well, saya harus menunggu lagi sampai besok.
Esoknya, tanggal 30 Desember, pagi-pagi saya sudah berada di Dekanat dan ternyata berkas saya di loker belum ditandatangani. Alhasil saya gundah gulana karena berkas yang belum terpenuhi tinggal SKL ini, maka seharusnya berkas saya bisa siap kirim lewat Kantor Pos. Saya juga khawatir bila besok tanggal 31 Desember kantor pos hanya buka setengah hari mengingat adanya pergantian tahun baru. Setelah menunggu beberapa jam, saya kembali ke Dekanat dan mengecek berkas saya daaan alhamdulillah SKL saya sudah di tandatangani Bapak PD I. Setelah itu saya bergegas untuk memfotokopinya dan pergi ke kantor pos untuk mengirim berkas saya. Kebetulan waktu itu pukul 11.30, karena saya pernah dengar bahwa pengiriman paket kilat hanya bisa sebelum pukul 12.00, maka saya merasa beruntung karena saya bisa mengirimkan berkas saya dengan pengiriman paket kilat dan akan sampai esok harinya, tanggal 31 Desember. Lega rasanya. Sekarang tinggal banyak berdoa semoga berkas saya lolos seleksi dan diundang untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya.

Februari 2015

Bulan Januari 2015 adalah bulan dimana saya diwisuda. Pada bulan tersebut saya gethol untuk mencari pekerjaan melalui internet. Namun, pada bulan Februari 2015 lah panggilan pekerjaan dimulai. Setelah penantian yang cukup lama, yaitu 1 bulan, pada awal Februari tepatnya tanggal 4 Februari, saya mendapat SMS bahwa saya lolos seleksi berkas PT. Pertamina Lubricants. Senang sekali rasanya. Perjuangan yang saya lakukan dulu ternyata tidak sia-sia. Tes akan dilakukan pada tanggal 7 Februari di Wisma MM UGM Yogyakarta. Itu artinya saya mendapat panggilan melalui SMS tepat pada H-3 waktu tes. SMS tersebut menyatakan saya harus mengkonfirmasi kehadiran melalui SMS dan diminta untuk mengecek e-mail agar dapat mencetak kartu tes. Setelah saya membalas konfirmasi SMS, saya mengecek e-mail saya. Namun ternyata tidak ada e-mail yang masuk. Saya tunggu hingga beberapa menit, beberapa jam, hingga beberapa hari mendekati hari H. Dan selama saya menunggu e-mail masuk, saya searching mengenai perusahaan Pertalub ini. Hingga pada akhirnya saya menemukan perbincangan dalam sebuah forum di internet tentang rekrutmen pertalub tahun 2015 ini. Ternyata bukan saya saja yang belum mendapat e-mail kartu tes, banyak orang lain juga yang belum mendapatkan e-mail.
Dan tanggal tes semakin dekat namun saya belum juga mendapat e-mail dari Pertalub. H-2 waktu tes saya gusar dan memutuskan untuk mengirimkan SMS ke nomor yang Pertalub yang SMS saya kemarin. Namun tidak ada jawaban. Saya sempat putus asa karena tidak mendapat kartu tes. Saya juga mencoba untuk menghubungi nomor tersebut namun tetap tak ada jawaban. Hingga akhirnya H-1 waktu tes tiba. Pagi-pagi saya mengecek e-mail dan masih nihil. Akhirnya setelah penantian yang cukup membuat resah, siangnya surat cinta yang ditunggu-tunggu datang. E-mail kartu tes tersebut baru saya dapatkan.

—-> Go to Being A Job Hunter – Part II

Five Reasons Why Allah Uses Problems

Dua Woman at Sunset

Dua Woman at Sunset

Source Image: here

The problems you face will either defeat you or develop you – depending on how you respond to them. Unfortunately, most people fail to see how Allah wants to use problems for good in their lives. They react foolishly and resent their problems rather than pausing to consider what benefit they might bring.

Here are five ways Allah wants to use the problems in your life:

  1. Allah uses problems to DIRECT you. Sometimes God must light a fire under you to get you moving. Problems often point us in a new direction and motivate us to change. Is God trying to get your attention? “Sometimes it takes a painful situation to make us change our ways.”
  2. Allah uses problems to INSPECT you. People are like tea bags. If you want to know what’s inside them, just drop them into hot ever water! Has God tested your faith with a problem What do problems reveal about you? “When you have many kinds of troubles, you should be full of joy, because you know that these troubles test your faith, and this will give you patience.”
  3. Allah uses problems to CORRECT you. Some lessons we learn only through pain and failure. It’s likely that as a child your parents told you not to touch a hot stove. But you probably learned by being burned. Sometimes we only learn the value of something. health, money, a relationship by losing it. “It was the best thing that could have happened to me, for it taught me to pay attention to your laws.”
  4. Allah uses problems to PROTECT you. A problem can be a blessing in disguise if it prevents you from being harmed by something more serious. We know the story of Prophet Yusuf. He was sent imprisoned for false accusation which brought ultimately security to him and helped him to refrain himself from contacting with bad people.
  5. Allah uses problems to PERFECT you. Problems, when responded to correctly, are character builders. God is far more interested in your character than your comfort. Your relationship to God and your character are the only two things you’re going to take with you into eternity. “We can rejoice when we run into problems. They help us learn to be patient. And patience develops strength of character in us and helps us trust God more each time we use it until finally our hope and faith are strong and steady.”

 

Here’s the point:

  • God is at work in your life – even when you do not recognize it or understand it.
  • But it’s much easier and profitable when you cooperate with Him.

“Success can be measured not only in achievements, but in lessons learned, lives touched and moments shared along the way”

Allah Knows Best.

By: Daily Qur’anic Verses by Toufique H. Sumon

Lelah

Iit Sibarani | Akar Pikiran

terkadang kau merasa begitu lelah untuk merasa lelah, bukan karena harimu yang tak berwarna bunga, ataupun sepanjang hari yang membuat tubuhmu berkeringat. hingga kau ingin sekali terlelap begitu saja, tanpa perlu mengeja ingatan.


tak jarang kau ingin sekali melukis malam, dengan nyanyian para malaikat; menyerukan namaNya dan berharap lelahmu mereda. namun tak jarang, langkahmu begitu erat menggenggam dunia, hingga melupa ini hanyalah jalan menuju apa yang kelak kekal.


kau tahu, bukan mereka yang kerap membuatmu tak bernyawa; tapi ialah dirimu sendiri yang memaksakan pelangi tiba dengan banyak pagi di kepala, meski kau tahu, bukan kau yang dijadikan pulang sejak awal.


kau ingin sekali membiarkan lidah berfungsi sempurna, atau bahkan membiarkan musim membawa luka hingga ujung dunia; agar pelukan lebih mudah direntangkan siapa saja, atau setidaknya, kau diberikan telinga untuk sekali saja. namun kau begitu merasa lelah, sebab tak sedikit yang hanya memberikan banyak muka dan bukan karena peduli kau hampir…

View original post 100 more words

Curug Lawe, Ungaran, Kab. Semarang

Thanks for experience, pals!
It might be not my first time to see the waterfall.
But it was my first time to walk return from waterfall by the heavy rain and the sky was darker bcause it was at 6 pm. So that i wear that coat.

3 words: Tired but fun.

Kemana

Kemana aku, kamu, kita?

Kemana aku, kamu, kita?

 

Aku rasa kamu tidak kemana, aku yang kemana-mana. Tidak melihat yang dekat. Terus berupaya mendekatkan sesuatu yang tidak ditakdirkan. Terus berandai mendapat yang sesuai angan. Terus mencari sejauh mata memandang, padahal kamu dekatnya tidak berjarak.

Karena yang memisahkan kita adalah ambisi, yang memisahkan kita adalah egoisme diri, yang menjauhkan kita adalah aku yang menjauh.

Karena aku berlari sementara kamu duduk di situ. Memasang mata dan telinga, menanti kabar seseorang yang segera datang. Menanti dengan hati lapang. Menanti dengan segenggam bacaan.

Kamu tidak kemana, aku yang kemana-mana.

 

 

Padang, 9 Maret 2015 | (c)kurniawangunadi

kurniawangunadi.tumblr.com

Source image: urbanbushbabes.com