Etika Seorang Programmer :)

Menjadi seorang programmer bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah. Mereka tidak hanya harus menguasai coding dan menghasilkan program maupun sebuah sistem, tetapi juga harus pintar dalam berkomunikasi dengan klien. Umumnya Programmer berusaha untuk memenuhi kemauan kliennya, tetapi tidak sedikit dari Programmer melupakan pengembangan ke depan dari suatu sistem atau program, apabila sudah dibuat dan ingin dirubah, harus merombak ulang seperti database dan lain-lain yang berakibat fatal. Jadi programmer harus bisa memikirkan matang-matang apa yang dibutuhkan klien dan prospek ke depan.
Seorang programmer pun harus mengerti serta pandai memahami kliennya. Tak semua klien itu sama. Apabila ada permintaan klien yang terlalu berlebihan, maka seorang Programmer haruslah bisa mengimbanginya. Tidak serta merta menuruti apa yang diinginkan kliennya, namun harus diimbangi dengan apa yang dibutuhkan dan apa yang harus dijalankan, sehingga tidak melenceng dari batasan-batasan tertentu. Terkait hal tersebut, dalam berprofesi sebagai programmer terdapat kode etik, menurut berbagai sumber ada beberapa yang harus diperhatikan dan berlaku saat ini, yaitu :

1.Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
2.Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
3.Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
4.Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta kecuali telah membeli atau telah meminta izin.
5.Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa izin.
6.Etika profesi yang berlaku bagi programmer di indonesia. Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
7.Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapatkan izin.
8.Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain untuk mengambil keuntungan dalam menaikkan status.
9.Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
10.Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja dalam pengembangan suatu proyek.
11.Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
12.Tidak boleh mempermalukan profesinya.
13.Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
14.Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam membetulkan bug.
15.Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer.

Terkait dengan kode etik seorang Programmer, perlu adanya penunjang salah satunya adalah keterampilan pekerja sesuai dengan bidangnya. Dalam hal berikut ini, beberapa keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang programmer, yaitu :

1. Memahami kode sumber yang ditulis sendiri pada saat ia tidak lagi mengingat detail mekanisme dari program tersebut.
2. Melanjutkan pengelolaan, menyesuaikan, mengembangkan dan (bila perlu) merombaknya untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan pengguna tanpa mengorbankan kemudahan perawatan di masa mendatang.
3. Membaca program untuk memperkaya perkakas yang dimiliki seorang programmer untuk memecahkan masalah.
4. Keterampilan berkomunikasi dengan pelanggan untuk memastikan keinginannya dengan sejelas-jelasnya
5. Kemampuan dalam pendefinisian masalah dan perancangan.
6. Kemampuan implementasi dengan penulisan program yang benar.
7. Kemampuan debugging secara deduktif dengan kerangka “what if ”.
8. Dokumentasi.
9. Kemampuan bekerja dengan pelanggan.
10. Semua keterampilan tersebut harus senantiasa dilatih.

Dapat disimpulkan bahwa secara umum, keterampilan yang harus dimiliki seorang programmer terkait dengan komprehensi kode sumber program, dengan derajat urgensi menurun ( Hargo,2008 ), adalah:
1.Memahami kode sumber yang ditulis sendiri pada saat ia tidak lagi mengingat detail mekanisme dari program tersebut.
2.Melanjutkan pengelolaan, menyesuaikan, mengembangkan dan (bila perlu) merombaknya untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan pengguna tanpa mengorbankan kemudahan perawatan di masa mendatang.
3.Memiliki kemampuan sebagaimana dijelaskan dalam point 1. dan 2. Untuk program yang ditulis dan didokumentasikan oleh programmer lain.
4.Membaca program untuk memperkaya perkakas yang dimiliki seorang programmer untuk memecahkan masalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s