Teknologi Bluetooth

Teknologi Bluetooth

 

Pengertian Bluetooth

Bluetooth adalah teknologi yang memungkinkan dua perangkat yang kompatibel, seperti telepon dan PC untuk berkomunikasi tanpa kabel dan tidak memerlukan koneksi saluran yang terlihat. Teknologi ini memberikan perubahan yang signifikan terhadap peralatan elektronik yang kita gunakan.

Bluetooth merupakan teknologi jarak pendek yang memberikan kemudahan koneksi bagi peralatan –peralatan nirkabel. Jika kita senang berganti-ganti  ringtone , logo atau game mungkin Bluetooth adalah salah satu media yang dapat kita gunakan untuk saling mempertukarkan content aplikasi dengan rekan yang juga memiliki fasilitas Bluetooth didalam ponsel selain infra merah , WiFi , atau menggunakan kabel.

Berbeda dengan komunikasi dengan inframerah, Bluetooth didesain untuk tidak tergantung terhadap line-of-sight yaitu apakah modul-modul Bluetooth yang sedang saling berkomunikasi berada dalam kondisi segaris maupun apakah modul-modul tersebut terhalang atau tidak.

 

Sejarah singkat Bluetooth

Pada bulan Mei 1998, 5 perusahaan promotor yaitu Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) dan memulai untuk membuat spesifikasi yang mereka namai ‘bluetooth’. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3 Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang antara lain di bidang semiconductor manufacture, PC manufacture, mobile network carrier, perusahaan-perusahaan automobile dan air lines bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Perusahaan-perusahaan terkemuka tersebut antara lain seperti Compaq, Xircom, Phillips, Texas instruments, Sony, BMW, Puma, NEC, Casio, Boeing, dsb. Bluetooth 3.0 kemudian muncul sebagai generasi baru komunikasi nirkabel yang membutuhkan daya rendah serta memiliki kecepatan 8 kali dari generasi sebelumnya. Spesifikasi baru Bluetooth 3.0 bisa menggunakan pilihan dengan tambahan antena, serta kecepatannya mencapai 24 Mbps dengan kecepatan rata-rata 22 Mbps.

Akhirnya pada awal tahun 2010, teknologi Bluetooth 4.0 hadir dalam rangka memenuhi tuntutan teknologi tanpa kabel yang menargetkan aplikasi dengan energi rendah, khususnya dalam industri kesehatan, kebugaran, keamanan pusat perbelanjaan, serta hiburan rumah tangga. Dengan kata lain, Teknologi Bluetooth 4.0 menjadi bentuk evolusi Bluetooth yang mengutamakan penggunaan teknologi tanpa kabel hemat energi.

Nama bluetooth sendiri diambil dari Raja Viking  Denmark yang hidup ditahun 900M , yang bernama Harald Blatand (Blatand dalam bahasa Denmark berarti gigi biru atau Bluetooth ) Dia adalah raja denmark yang mempersatukan Denmark dengan sebagian dari Norwegia menjadi satu kerajaan. Untuk itulah nama Bluetooth dipakai sebagai nama tekhnologi wireless yang mempersatukan peralatan-peralatan elektronik yang akan berkomunikasi dalam satu jaringan ini. Teknologi blutooth ini mampu mengirimkan baik data maupun suara.

Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang, antara lain di bidang manufaktur semikonduktor, perusahaan otomobil, dan maskapai penerbangan bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Perusahaan – perusahaan tersebut antara lain adalah CompaqXircomPhillipsTexasInstrumentsSonyBMWPumaNECCasioBoeing, dan lain sebagainya. Sekarang, standar Bluetooth SIG memang dipegang oleh grup promotor. Akan tetapi, standar ini diharapkan akan menjadi sebuah Standar IEEE (802.15).

 

Gambar 1. Logo Bluetooth

 

Jarak maksimal fasilitas Bluetooth

            Umumnya peralatan-peralatan Bluetooth dapat Saling berkomunikasi dalam jarak yang sedang antara 1 hingga 100 m. Jarak maksimal ini dapat dihasilkan tergantung dari daya output yang digunakan dalam modul Bluetooth . Modul Bluetooth disini biasanya berupa satu IC chip komunikasi khusus yang telah mengimplementasikan protocol Bluetooth. Setidaknya terdapat tiga kelas Bluetooth berdasarkan daya output dari jarak jangkauannya yaitu :

  1. Daya kelas 1 yang beroperasi pada daya antara 100mW (20dBm) hingga 1mW (0dBm) dan didesain untuk peralatan Bluetooth dengan jangkauan      hingga 100 meter
  2. Daya kelas 2  beroperasi antara 2,5W (4dBm) dan 0,25mW (-6dBm) dan didesain untuk jarak jangkauan hingga sekitar 10m.
  3. Daya kelas 3 memiliki daya maksimal hingga 1mW (0dBm) dan bekerja untuk peralatan dengan jarak sekitar 1 meter saja.

 

Secara fungsional Bluetooth terbagi dalam beberapa lapisan meliputi :

  1. Pustaka Applicationprogram Interface (API)

      Merupakan modul-modul software yang menghubungkan program aplikasi             yang ada di host dengan sistem komunikasi Bluetooth yang ada.   Contohnya adalah PPP (pada TCP/IP) dan OBEX ( pada Inframerah).

  1. Logical Link Control and Adaptation Protocol (L2CAP)

      L2CAP ini merupakan otak dari sistem Bluetooth . Fungsinya adalah          untuk mengatur aspek tingkat tonggi dari masing-masing koneksi misalnya        siapa sedang terhubung dengan siapa, apakah koneksi tersebut       menggunakan enkripsi atau tidak, tingkat performansi apa yang       dibutuhkan dan sebagainya. Selain itu L2CAP juga bertanggung jawab terhadap proses konversi format data yang timbul antara berbagai API       diatasnya dengan protocol Bluetooth yang lebih rendah . L2CAP ini           diimplementasikan dalam bentuk software dan dapat dieksekusi baik dari sistem host maupun oleh prosesor local dalam sisitem Bluetooth.

  1. Link Manager

Link manager bertanggung jawab untuk mengatur detil koneksi fisik dari    peralatan Bluetooth. Modul inilah yang bertanggung jawab dalam    menciptakan sambungan , memonitor status koneksinya saat ini, maupun       menghentikan aktivitas koneksinya ketika diperintahkan atau jika terjadi     kesalahan . Link manager ini diimplementasikan dalam bentuk software          maupun hardware.

       4.  Baseband

Baseband merupakan mesin digital dari sebuah sistem bluetooth yang         bertanggung jawab  dalam proses pembentukan dan pen-decode-an paket   data , mengcodekan dan mengatur koreksi kesalahan , enkripsi and       pengaturan koreksi kesalahan ,enkripsi dan deskripsi data untuk      komunikasi yang aman , penghitungan pola frekuensi tarnsmisi radio yang          digunakan , menjaga sinkronisasi radio serta proses-proses detail lain yang          berada ditingkat rendah yang berkaitan dengan komunikasi dengan modul             Bluetooth lain.

      5.  Radio

Sistem Radio Bluetooth akan mengkonversi  data digital baseband  ke dan            dari sebuah sinyal analog dengan frekuensi  2,4 GHz seperti telah   disebutkan sebelumnya menggunakan teknik modulasi Gaussian       Frequency Shift Keying (GFSK).

Dengan karakteristik untuk komunikasi jarak pendek yang stabil dan kecepatan tinggi tersebut , tentunya tak heran jika dimasa mendatang Bluetooth menjadi fitur wajib peralatan-peralatan elektronik yang beredar , Kendala terbesar masih berkisar pada masih cukup tingginya harga chip atau modul Bluetooth. (Sumber: www.cyberions.blogspot.com , www.id.shvoong.com , www.vhrmedia.com, wikipedia.org )

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s