Memeluk Ketakutan(mu)

Iit Sibarani | Akar Pikiran

MemelukKetakutan(mu) MemelukKetakutan(mu)

Aku tak akan berhenti menuliskan surat untukmu, tiap tahun, pada hari yang sama, di tanggal yang (mungkin) paling kaubenci. Hingga musim yang berhalimun kembali; hingga gemuruh mereda dari hati; atau hingga pagi ialah doa-doa yang buncah dari mimpi.

Tidak kah kau lelah, sayang?

Mencari arti yang paling hakiki, sedang kautahu menepaki bumi tak mungkin berakhir dari satu sisi. Bersembunyi dari hari, meski kautahu jarum jam belum ingini berhenti. Mencuri angin yang mati, sementara kautahu tubuhmu lebih perlu dilindungi daripada dikuliti.

Biarkanlah waktu mengurai serpihan tahun yang kerap kau coba mengerti, mengapa diharuskan terjadi. Petang tak kan bergegas datang, sayang – hingga siang mengulurkan nadinya untuk berbagi. Dan kau tak perlu menghantui langkahmu sendiri, sebab aku ditakdirkan untuk memeluk ketakutanmu yang kerap kaudustai.

Lenganku ialah keberanianmu, dan dadaku ialah kesabaranmu. Di sana, bermainlah dengan ketakutanmu. Percayalah, ada aku yang percaya –bahwa ada perempuan yang lebih kuat dari masa lalu.

Bukalah…

View original post 172 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s