We’re Gonna Fix It Together, Remember?

Iit Sibarani | Akar Pikiran

diambil dari pinterest.com diambil dari pinterest.com

Aku tahu, berapa kecemasan yang mampir di kepalamu, ketika tak ada satu suratpun yang beralamat kepada dirimu. Untuk menuliskan isi kepala, tentu saja mudah. Tapi aku hanyalah manusia biasa, yang kerap sukar mengartikan rasa melalui kata-kata.

Kita enggan menetapkan tanggalan, sebab, menghitung rasa tidak memerlukan angka. Angka-angka yang akan selalu menunjukkan, betapa muda waktu berusia; bukan betapa dalam rasa yang kita punya. Entahlah, sayang. Sebulan saja serupa wajah setahun dengan banyak warna. Kita mungkin bukan seniman yang mahir melukiskan senyuman di wajah, tapi kita tahu mengapa warna memiliki nilai tanpa label harga.

Delapan ratus tujuh belas kilometer jeda di antara raga kita –dan kau tahu– ini tak akan pernah mudah. Kita akan selalu jengah, jika menghitung jarak lengkap dengan angka-angka di tanggalan.

Sayang,

Maafkan jika lidahku kerap memilih nada tinggi untuk sebuah peduli, atau terkadang mengunyah kata-kata di lidahku sendiri.  Entahlah, kau serupa aku di sebuah cermin…

View original post 198 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s