The Untitled One

Orang tua boleh jadi iri atas apa yang beliau dengar dari teman – teman beliau tentang apa yang diceritakan tentang anak – anak dari teman – teman beliau. Tetapi aku lebih bangga atas kebesaran hati beliau. Beliau jarang sekali membanding – bandingkan aku terhadap anak – anak dari teman – teman beliau. Walaupun aku mengerti, terselip sedikit kekecewaan di hati beliau.

Orang tua boleh jadi tersenyum lebar memuji atas apa yang beliau dengar dari teman – teman beliau tentang apa yang diceritakan tentang anak – anak dari teman beliau. Tetapi aku mengerti bahwa beliau lebih tersenyum bangga, beliau lebih mengerti, sehingga tak ada kewajiban bagi beliau untuk mengumbar hal – hal yang cukuplah kita yang mengetahuinya.

Orang tua pasti kecewa atas kesalahan dan kesalahan yang kita pernah lakukan. Tetapi ingatlah bahwa orang tua selalu memiliki ribuan bahkan jutaan pintu maaf yang terbuka lebar untuk kita, anak mereka. Aku cuma takut. Aku takut ketika di hari dimana aku membuat suatu kesalahan lagi untuk kesekian kalinya, dan itu adalah pintu maaf yang terakhir baginya…

Semoga Allah selalu melindungi kita semua…

fams at bromo

Ini dia. Keluargaku beserta dinginnya Gunung Bromo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s