Kemana

Kemana aku, kamu, kita?

Kemana aku, kamu, kita?

 

Aku rasa kamu tidak kemana, aku yang kemana-mana. Tidak melihat yang dekat. Terus berupaya mendekatkan sesuatu yang tidak ditakdirkan. Terus berandai mendapat yang sesuai angan. Terus mencari sejauh mata memandang, padahal kamu dekatnya tidak berjarak.

Karena yang memisahkan kita adalah ambisi, yang memisahkan kita adalah egoisme diri, yang menjauhkan kita adalah aku yang menjauh.

Karena aku berlari sementara kamu duduk di situ. Memasang mata dan telinga, menanti kabar seseorang yang segera datang. Menanti dengan hati lapang. Menanti dengan segenggam bacaan.

Kamu tidak kemana, aku yang kemana-mana.

 

 

Padang, 9 Maret 2015 | (c)kurniawangunadi

kurniawangunadi.tumblr.com

Source image: urbanbushbabes.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s