Being A Job Hunter – Part II

Up and Down Stairs to Success

Up and Down Stairs to Success. Source: http://dotilife.com

Cerita sebelumnya —-> Being A Job Hunter – Part I

Akhirnya penantian yang saya tunggu-tunggu datang juga. Hari itu juga saya langsung mencetak kartu peserta saya. Antara lega karena kartu tes sudah di tangan dan was-was karena besok harus mengikuti tes di luar kota. Belajar dari pengalaman tes tertulis sebelumnya, saya terus mencari tahu tentang perusahaan tersebut dari latar belakang perusahaan hingga rekrutmen perusahaan yang pernah dilakukan. Menurut info yang saya dapat, tes akan dilakukan secara marathon dari psikotes (yang diadakan oleh salah satu lembaga konsultan psikologi ternama di Jakarta) hingga tes bahasa inggris TOEIC.

Sedikit tips sebelum mengikuti seleksi tertulis suatu perusahaan. Yang pertama, cari tahu proses atau tahapan dari rekrutmen perusahaan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak kaget tentang apa saja yang nantinya akan diujikan pada kita. Biasanya di internet ada yang membahas tentang tahapan rekrutmen pada suatu perusahaan di tahun –tahun sebelumnya dan kebanyakan tidak jauh berbeda. Yang membedakan kemungkinan adalah lembaga psikologi yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut, beda lembaga beda pula tipe-tipe soal psikotesnya. Yang kedua, tidak usah belajar tentang psikotes. Karena menurut saya, psikotes dilakukan untuk mengenali diri kita secara alami dan mengetahui kemampuan kita yang asli, sejauh mana kita dapat menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga pihak rekruiter dapat menilai kita seperti apa dan cocok atau tidak untuk bekerja di perusahaannya. Yang ketiga, perluas wawasan di segala aspek. Misal mungkin kita memiliki background IT, tapi tidak menutup kemungkinan nanti di tes tertulis terdapat tes pengetahuan umum. Pihak rekruiter ingin mengeksplor kita lebih dalam dan luas lagi, mungkin di bidang yang lain seperti ekonomi, sosial, ataupun tentang kabar atau topik yang sedang hangat diperbincangkan. Yang keempat, siapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan untuk tes tertulis misalnya fotokopi KTP, pensil 2B, dan lain-lain. Karena kurang sedikit saja atau ada barang yang tertinggal disadari atau tidak akan mempengaruhi kepercayaan diri dan mengganggu konsentrasi. Lebih baik kita membawa perlengkapan dengan lengkap, rapi, dan tertata sehingga kita dengan mantap siap untuk mengikuti tes tertulis. Yang kelima, apabila tes tertulis diadakan pada pagi hari, ada baiknya sarapan terlebih dahulu. Bila tes tertulis diadakan siang hari, dianjurkan untuk makan siang terlebih dahulu. Karena biasanya tes tertulis dilakukan tidak dalam jangka waktu yang sebentar dan menurut saya sangat menguras pikiran dan tenaga. Kita harus berpikir, mengerjakan soal, dan berkonsentrasi penuh. Bila kita lapar, pasti konsentrasi kita bisa menurun dan terganggu. Yang keenam, sangat tidak dianjurkan untuk datang dengan waktu yang kritis/mepet apalagi terlambat. Waktu yang kritis/mepet di sini maksudnya, apabila tes dilakukan pukul 08.00 usahakan jangan datang pukul 07.59 tapi setidaknya paling lambat datang 20 atau 30 menit lebih awal. Secara tidak langsung, pihak HRD ataupun psikologi akan menilai kedisiplinan kita mulai dari kedatangan, kerapihan, dan lain-lain. Siapa yang tahu?. Selain itu, ada beberapa perusahaan yang biasanya memberikan instruksi atau pemberitahuan mengenai info-info penting sebelum jam tes dimulai. Hal ini penting mengingat kalau kita datang terlambat, kita bisa bisa ketinggalan info dan harus tanya-tanya lagi ke teman-teman sesama pencari kerja atau ke pihak HRD. Yang ketujuh, bila tes tertulis dilakukan di luar kota, sebelum melaksanakan tes tertulis, ada baiknya menanyakan pengumuman hasil tes tertulis tersebut, apakah akan langsung diumumkan hari ini, atau esok hari, atau diminta menunggu saja (1 atau 2 minggu atau waktu yang tidak ditentukan), hal ini cukup penting sebagai pertimbangan atau estimasi apakah baiknya kita menginap atau langsung pulang (bila jarak antar kota asal dengan lokasi tes tidak terlalu jauh, misal Semarang – Yogyakarta, Bandung – Jakarta, dsb). Karena dalam beberapa rekrutmen yang telah saya ikuti, ada rekrutmen yang menganjurkan para peserta untuk menginap/bermalam karena pengumuman akan diumumkan pada malam harinya dan apabila lolos, tes tahap selanjutnya diadakan esok pagi harinya.

Hari H pun tiba. Saya mendapat bagian tes pukul 08.00 pagi. Jam 03.00 pagi saya sudah tancap gas menuju Yogyakarta ditemani oleh kakak dan ayah saya. Setelah solat subuh di perjalanan, kami melanjutkan perjalanan kami hingga sampai di lokasi tes pukul 06.00 pagi dan disambut oleh hujan yang cukup deras. Sekitar pukul 06.30 sudah mulai ada peserta yang berdatangan. Setelah melakukan beberapa pendekatan personal secara instan dengan beberapa peserta di sana, banyak diantara mereka yang telah menempuh jenjang S2, ada yang sudah berpengalaman kerja, ada juga yang masih fresh graduate seperti saya. Ternyata ada hari itu dibagi menjadi 2 gelombang tes. Gelombang pagi dan gelombang siang. Saya termasuk pada gelombang pagi dimana masing-masing gelombang banyaknya peserta yang tertera di kertas daftar hadir adalah sebanyak 100 orang dari berbagai posisi pekerjaan, tidak hanya system analyst, ada juga QA, CA, Engineering, dll. Tes dimulai pukul 08.00 dan selesai pada pukul 12.00.

Pada akhir psikotest, pihak HRD Pertalub memberitahukanbahwa pengumuman kelolosan seleksi psikotest ini akan memakan waktu cukup lama mengingat tes tidak hanya dilakukan di Yogyakarta saja namun ada beberapa juga di kota lain seperti Jakarta, Surabaya, Palembang, dan lain-lain. Sehingga kami para peserta diminta untuk sabar menunggu. (Dan hingga bulan Juni 2015, saya belum mendapatkan kabar mengenai seleksi ini, maka saya menganggap kalau saya tidak lolos rekrutmen pertalub ini) Sedihhhhh memang, karena kalau saya flashback tentang perjuangan saya dan keinginan serta minat saya yang besar terhadap perusahaan ini ternyata belum tersampaikan.

Sewaktu rekrutmen PT. Pertamina Lubricants, saya mendapat e-mail pemberitahuan juga pada tanggal 5 Februari, bahwa saya lolos seleksi berkas dan berhak untuk mengikuti seleksi online dari AirNav Indonesia. Airnav Indonesia merupakan perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, badan usaha milik negara yang menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia. Pada saat perjalanan pulang dari Yogyakarta, saya menyempatkan diri untuk mengikuti test online dari Airnav, namun yang terjadi, website tidak dapat diakses. Sepertinya servernya down. Setelah searching, dan menemukan forum diskusi di internet mengenai rekrutmen perusahaan ini, ternyata bukan saya saja yang mengalami hal ini, namun teman-teman saya yang mengikuti tes online juga mengalami hal yang serupa. Satu jam saya mencoba untuk mengakses website seleksinya namun tidak bisa, akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan tes tersebut. (Dan ternyata, setelah beberapa bulan rekrutmen ini dilakukan, ada kakak angkatan sejurusan saya waktu kuliah yang lolos seleksi karyawan di perusahaan ini. Wah hebat. Turut bangga! Selamat untuk Kakak senior saya.)

Pada bulan yang sama, saya juga mengikuti rekrutmen PT. Aisin Indonesia, posisi IT Staff, bertempat di dekanat kampus saya. PT. Aisin Indonesia merupakan salah satu perusahaan astra group, bergerak dibidang pembuatan spare part otomotif. Setelah lolos psikotest, saya dinyatakan lolos untuk mengikuti interview bertempat di Yogyakarta tepatnya di Wisma Kagama. Ternyata bukan hanya saya saja yang lolos namun ada juga 2 orang teman saya. Karena kami mendapatkan jadwal tes pada pukul 14.00, maka kami memutuskan untuk pergi ke Yogyakarta menggunakan bus pagi harinya sekitar pukul 08.00. Jujur waktu itu adalah kali pertama saya menggunakan bus ke Yogyakarta bersama teman-teman saya. Setelah sampai di Terminal, saya berniat untuk menggunakan taksi ke lokasi tes. Namun kata teman saya, taksi yang ada di terminal itu kebanyakan menggunakan tarif borongan, lalu teman saya menyarankan agar menggunakan trans-Jogja saja. Kata dia, dia pernah menggunakan trans-Jogja dan mengerti tentang rute trans-Jogja tersebut. Setelah kami naik trans-Jogja, kami sama sekali tidak turun untuk transit ke shelter trans. Saya tenang saja karena menurut saya, teman saya sudah pernah menggunakan trans ini sebelumnya jadi aman-aman saja kalau saya mengikutinya. Ternyata, shelter yang akan kita turuni, terlewat. Alhasil kami melewatkan satu shelter dan turun di shelter selanjutnya setelah tanya-tanya penumpang lain dan penjaga bus trans. Terpaksa kami harus jalan kaki dari shelter ke lokasi tes yang menurut saya lumayan jauh dan menguras tenaga karena pada waktu itu siang hari dan matahari cukup terik.

Setelah sampai di lokasi tes, kami solat dzuhur dan menunggu waktu interview mulai. Tadinya mau makan siang, tapi karena takut terlambat, maka kami menundanya dan memutuskan untuk makan setelah interview saja. Sekitar pukul 15.00 interview selesai. Pihak HRD memberitahukan bahwa pengumuman lolos atau tidak akan diumumkan malam harinya dan tes selanjutnya akan dilaksanakan esok harinya. Selesai interview, saya bersama 1 teman saya makan siang ke salah satu tempat makan fast food. Karena menurut kami tempatnya jauh (liat gmaps) maka kami memutuskan untuk naik becak. Hmmm, ternyata tempatnya dekat. Jalan kaki aja bisa sebenarnya. Setelah makan, kami mendapat SMS dari salah satu teman kami bahwa dia juga sedang berada di Yogyakarta mengikuti tes yang sama. Karena teman kami itu menggunakan mobil pribadi, diajaklah kami untuk pulang ke Semarang menggunakan mobilnya. Alhamdulillah, baik sekali hatinya..

Sekitar pukul 22.00 kami sampai di rumah masing-masing dengan selamat. Namun pada pukul tersebut SMS pemberitahuan lolos atau tidaknya interview belum ada. Hingga pada sekitar pukul 12 malam, ada SMS masuk dan meminta untuk mengecek e-mail masing-masing. Ternyata saya dinyatakan tidak lolos untuk tahap selanjutnya. Bila saya lolos, saya diharuskan untuk pergi ke Yogyakarta lagi pada pagi harinya untuk interview dengan HRD. Tapi karena saya tidak lolos, akhirnya saya bisa melanjutkan tidur lagi dengan hati yang (sebenernya tidak) lega. Lagi lagi ada perasaan sedikit kecewa. Namun salah satu teman saya yang mengantarkan saya pulang ke Semarang tersebut ternyata lolos untuk mengikuti tahap interview, dan saya percaya hal itu salah satunya karena kebaikan dia mengantarkan kami pulang, kebaikan membawa berkah🙂

Maret 2015

Bulan Maret diawali dengan lolosnya seleksi berkas saya di PT. Bank MandirI (Persero) posisi ODP. Seleksi dilaksanakan di Semarang tepatnya di Mandiri University, Semarang. Rekrutmen diawali dari interview awal dengan menggunakan bahasa inggris. Bila kita akan menghadapi interview awal, biasanya hal-hal yang ditanyakan adalah seputar diri kita pribadi, pengalaman kerja, organisasi, keseharian sewaktu kuliah, motivasi atau ketertarikan terhadap perusahaan yang dilamar dan posisi yang dilamar, dan sebagainya. Untuk persiapan, bila interview menggunakan bahasa inggris dan kita hanya memiliki kemampuan bahasa inggris yang terbatas, ada baiknya kita membuat poin-poin yang akan kita sampaikan ke interviewer. Agar nanti kita tidak terlihat kaku dan terbata-bata saat berbicara, ada baiknya juga kita latihan berbicara di depan cermin, menceritakan tentang diri kita sendiri menggunakan bahasa inggris.

Setelah dinyatakan lolos interview awal, saya berhak untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu TOEFL test satu minggu kemudian. Dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya apabila skor TOEFL minimal 450 dan apabila hasil skor lebih dari 500 maka masuk ke kategori ODP nasional, bila dibawah 500 masuk ke kategori ODP regional. Tes TOEFL tersebut menggunakan jasa tes bahasa inggris di salah satu universitas swasta terbaik di kota Semarang. Setelah menunggu 1 minggu, saya dinyatakan lolos tahap TOEFL test, saya mengikuti tahap aptitude test. Aptitude test berbeda dengan psikotest. Aptitude test bank mandiri yang saya ikuti menggunakan salah satu lembaga konsultan Jakarta. Nah pada tahap ini, saya menunggu hasil pengumuman tahap selanjutnya agak lama. Akhirnya pada awal bulan April saya mendapatkan SMS dari Bank Mandiri untuk menunggu pengumuman pada akhir bulan April. Dan ternyata hingga bulan Mei saya tak kunjung diberi kabar mengenai hasil tes saya dan akhirnya saya menganggap bahwa saya tidak lolos pada tahap ini. Penantianpengumuman selama 2 bulan yang tak kunjung membuahkan hasil. Sedih lagi untuk yang kesekian kalinya, tapi bukan berarti saya harus menyerah di sini saja.

Pada bulan yang sama, sekitar pertengahan bulan Maret, saya mengikuti rekrutmen PT. Astra International, posisi Astra International Fresh Graduate Development Program, sejenis Management Trainee (MT). Tahap pertama adalah tahap psikotes bertempat di Wisma Kagama UGM. Saya menggunakan travel untuk pergi ke Yogyakarta pada pukul 9 pagi bersama seorang teman yang juga mengikuti tes yang sama, saya mendapat bagian tes pukul 14.00. Setelah mengerjakan test, pihak Astra akan mengumumkan hasil tesnya pada malam harinya, dan akan melanjutkan tahapan tes selanjutnya esok hari. Waktu itu pukul 18.00, saya memutuskan untuk pulang ke Semarang pada malam harinya menggunakan travel lagi pada pukul 19.00. Sampai di rumah sekitar pukul 10 malam, namun belum ada pemberitahuan dari pihak Astra apakah saya lolos seleksi atau tidak hingga saya ketiduran karena kelelahan.

Ketika bangun tidur (waktu itu jam menunjukkan pukul 04.00) saya membuka SMS bahwa saya lolos untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu Focus Group Discussion (FGD). Saya sempat kaget karena bila saya lolos, berarti saya harus menuju ke Yogyakarta pagi itu juga. Namun setelah saya lihat isi SMS nya kembali, ternyata saya mendapat bagian tes lusa, bukan hari itu juga. Lega rasanya…

Lusanya, saya bertolak menuju tempat tes FGD di Showroom daihatsu di Yogyakarta. Saya mendapat bagian tes FGD pukul 10.00 namun saya memutuskan untuk berangkat menggunakan travel pada pukul 04.30 karena saya pikir saya harus mencari lokasi tempat tes terlebih dahulu, dan lebih baik datang kepagian daripada terlambat. Ternyata lokasi tempat tes mudah ditemukan dan waktu menunjukkan pukul 08.00 saya sudah berada di lokasi tes. Waktu itu saya adalah orang pertama yang datang. Beberapa menit kemudian barulah ada beberapa orang peserta yang datang. Setelah dari pihak Astra datang, FGD batch I dipersilakan masuk (pukul 09.00), untuk FGD pukul 10.00 adalah FGD batch III. Alhasil saya harus menunggu 2 batch lagi.

Saya menunggu dan sempat berkenalan dengan beberapa peserta, ada yang berasal dari Yogyakarta, Semarang, Solo dan berbagai universitas negeri maupun swasta. Ada juga yang berasal dari almamater yang sama dengan saya namun dia angkatan 2011 dan masih mengejar skripsinya. Well, setelah saya menunggu kurang lebih 2 jam, akhirnya tibalah bagian saya untuk memasuki ruangan. Kali itu adalah kali pertama saya mengikuti FGD pada rekrutmen kerja. Satu batch FGD itu terdiri dari 7-8 orang. Diberikan suatu kasus, kemudian kita diberi waktu untuk mempelajarinya, kemudian mendiskusikannya bersama kelompok, kemudian akan ditanya hasil dari diskusi tersebut. Selain itu akan ditanya pula pendapatnya masing-masing orang, serta akan diberi komentar oleh panelis (pihak Astra) yang ada di sana. Apabila memungkinkan untuk ditanggapi maka debat kecil akan terjadi. Sewaktu saya ditanya tentang pernyataan saya, saya ditanggapi dan diberikan komentar oleh panelis dari pihak Astra, namun saya tidak bisa membalikkan pernyataan dari panelis malah saya mengiyakan atau menyutujui pernyataan dari dia, dan dari situ saya agak kecewa karena saya tidak bisa mempertahankan jawaban saya dengan alasan yang baik.

Pada saat FGD, ada 1 orang dari peserta FGD yang menurut saya dia orangnya aktif dan cerdas, karena dari awal sebelum memasuki ruangan saya juga sempat mengobrol dengannya dan menurut saya dia memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup luas, cakap dalam berbicara, dan berpengalaman dalam banyak kegiatan waktu perkuliahan. FYI, dia berkuliah di salah satu universitas negeri ternama di Yogyakarta jurusan Hubungan Internasional. Dan pada saat FGD, dia dapat mengemukakan pendapatnya secara apik dan tertata menurut saya dan pertanyaan serta sanggahan dari panelis dapat dijawab secara baik, lancar dan tenang olehnya.

Setelah FGD selesai, saya memutuskan untuk langsung pulang ke Semarang menggunakan bus karena pengumuman kelolosannya sekitar 2 minggu lagi. Sebenarnya untuk pergi ke terminal Jombor dari tempat tes FGD tidak terlalu jauh. Namun iseng-iseng saya meminta tolong salah satu peserta FGD yang orangnya aktif dan cerdas yang saya ceritakan tadi, untuk mengantarkan saya ke terminal. Dengan tanpa basa-basi dia langsung mengiyakan dan langsung meminjamkan helm dari satpam di sana untuk saya. Setelah sampai di terminal, dia kembali lagi ke tempat tes untuk mengembalikan helm si satpam tadi. Wahh beruntung ada teman peserta yang baik hati mau membantu saya mengantarkan saya ke terminal, semoga dia beruntung….. Dan setelah 1 bulan (bukan 2 minggu ternyata, hmm) berlalu, pengumuman yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Saya mendapatkan e-mail dari pihak HRD Astra namun keberuntungan bukan ada dipihak saya. Benar saja, keberuntungan ada dipihak teman saya yang mengantarkan saya ke terminal itu. Di batch FGD saya, hanya dia yang lolos dan berhak untuk ke tahapan selanjutnya, yaitu interview HRD. Sempat sedihhhhhh, namun lagi – lagi, terbesit dipikiran saya bahwa mungkin itulah timbal balik yang Tuhan berikan untuknya karena dia sudah menolong saya waktu itu (pembelaan, hee hee :D).

April 2015

Pada bulan April, saya kembali mengikuti rekrutmen PT. PTI untuk yang kedua kalinya namun dengan posisi yang berbeda. Kali ini adalah posisi PT. PTI Leadership Development Program (PLDP) yang bertempat di SMK N 7 Semarang. Teknis tes tertulisnya kurang lebih sama dengan tes PT. PTI yang dulu pernah saya ikuti, mereka mengadakan presentasi mengenai pengenalan perusahaan, kultur perusahaan, dan sebagainya. Kemudian barulah psikotes pertama dimulai. Bila psikotes pertama lolos, akan ada psikotes tahap 2. Setelah menunggu 2 minggu, tidak ada kabar yang menyatakan saya lolos, maka saya anggap saya tidak lolos tahap psikotes pertama😦

Pada pertengahan bulan April, PT. Bank BRI (Persero) membuka kesempatan berkarir melalui website-nya. Saya mencoba mendaftar posisi PPS Audit IT (regional). Selain itu, saya juga mendaftar ke PT. Dirgantara Indonesia (Persero) melalui website-nya.

To be continued…

3 thoughts on “Being A Job Hunter – Part II

  1. Pingback: Being A Job Hunter – Part I | Jejak Sekolahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s