Belajar dari Langit

Source: azuresyam.blogspot.com

Source: azuresyam.blogspot.com

Angin berhembus. Langit semakin mendung. Hujan menghampiri. Bukankah kali ini waktunya kemarau datang? Namun tak lama air jatuh dari langit. Kadang engkau dinanti oleh sebagian orang yang menggantungkan diri pada teriknya matahari. Sabar. Hanya itu yang bisa mereka rasa padamu yang silih berganti.

Daun basah di pagi hari. Namun itu bukan embun, sayang. Derasnya hujan semalam membalur seluruh permukaan tanaman di halaman depan. Menyisakan tetes air yang turun lambat laun. Seolah itu mengembun. Hal yang menyenangkan bukan? Menghirup sejuknya pagi dari tangisan langit yang runtuh semalam.

Langit kuat seperti di saat kemarau. Namun ia pun yang menurunkan air bernama hujan. Ia bisa bersama sinar matahari dan teriknya. Namun kala itu bila petir bergemuruh, seolah kita menganggap bahwa langit angkuh.

Kau tahu, sayang? Kadang kita melihat, tak apa bila saat ini engkau bersedih. Namun belajarlah dari langit, ia mampu bersanding dengan teriknya matahari, menjatuhkan derasnya air hujan, namun tak lama, ia menghiasi dirinya sendiri dengan pelangi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s